Terlalu abstrak abstrak dan trashbag

Di awal tahun 2011 ini, saya seperti kehilangan kemudi untuk meraih impian saya.. Kemudi untuk diri sendiri yang akan mengantarkan saya meraih mimpi-mimpi saya.. Entah apa itu penyebabnya..

Tadinya saya terobsesi untuk dapat mencoba baik dalam segala hal, selalu ingin mencoba hal-hal baru, selalu mencoba konsisten dalam hal sekecil apapun itu, selalu mencoba peka terhadap sekeliling..

Obsesi saya ini bisa dibilang  “jahat” untuk membuat semuanya terlihat sempurna oleh orang lain. Namun, saya ingin itu terjadi.Saya ingin orang lain tau saya. Saya ingin mendapatkan segalanya..

Egois kah saya ? memang, karena bagi saya hidup itu adalah sebuah kesempatan yang harus kita ambil. Kita yang mengambil mereka, bukan mereka yang datang untuk kita.. Kita yang menciptakan mereka bukan mereka yang mengarahkan kita..

Sedikit gambaran diatas itu terjadi ketika saya masih konsisten untuk meraih mimpi saya dan harusnya akan terus seperti itu sampai saya bisa meraih impian saya.. Nyatanya sekarang saya benar-benar payah dalam mencari esensi kehidupan. Saya payah dalam meneruskan hal-hal yang telah saya pilih dan saya atur. Saya payah untuk menciptakan kesempatan dalam hidup ini.. Dan itu terjadi saat ini!

Kenapa itu harus terjadi disaat saya melewati perlalihan di akhir masa remaja saya ?

Disaat saya harusnya hanya perlu sedikit langkah lagi untuk meraih impian tersebut.. disaat saya sudah bisa melihat orang tua dan keluarga saya bangga  dan menceritakan kesuksesan saya pada orang-orang sekitar dan keluarga lainnya..

– hilangnya optimisme

– hilangnya keyakinan akan kemampuan diri sendiri

– menurunnya kinerja otak karena jarang diasah dari kasus kasus ilmu pengetahuan

– menurunnya empati terhadap sekitar

– Kurangnya rasa syukur atas apa yang sudah didapat

– Kurangnya pendekatan kepada Sang Khalik

– Kurangnya motivasi dari dalam diri

– Hilangnya sosok teman, truely friend !

– and exactly, i just need a doctrine !

Semua hal yang sedang saya lakukan ini masih abstrak.. saya tidak mengerti untuk apa saya melakukan ini semua..

kesibukan yang tak tentu arahnya, apa manfaatnya dimasa depan <<– Oke, ini lah salah satu contoh kurangnya rasa syukur saya !

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s