Kicir-Kicir dan Angin

Kadang (khusus untuk gua aja), menghayalkan sesuatu yang besar itu menjadi suatu keprihatinan yang harus gua sudahi. Kenapa ? Hampir semua masyarakat modern sampai masyarakat konvensional pun beranggapan Memiliki sebuah mimpi adalah suatu aktifitas yang menyegarkan. Sebutlah mimpi itu CITA-CITA. Jelas, apapun yang kita lakukan, kita lakukan dengan penuh tenaga upaya yang gigih juga doa agar mimpi kita benar menjadi suatu yang NYATA. Kalau memang kita memiliki aktifitas mimpi, maka aktifitas di dunia yang kita lakukan untuk membuat mimpi itu NYATA adalah sebuah hal yang benar.

Mimpi itu senikmat kita meneguk segelas air setelah menempuh perjalanan 1km dengan berlari. Senikmat kita bangun tidur dan mengulet. Senikmat kita mencium seorang pria dengan rasa semangka di bibirnya, basah dan ….ya! Beda konteks. Dan semua kenikmatan yang kita buat dengan cara kita sendiri.

Begitupun dengan CITA-CITA, semua orang Baik di dunia pasti memiliki cita-cita yang mulia. Memiliki kenikmatan dengan caranya melakukan aktifitas mimpi ke dalam dunia nyata. Sungguh sebuah Anugerah. Disadari atau tidak, terdapat dua tipe manusia yang memperlakukan mimpi.
1. Manusia yang melakukan aktifitas mimpi ke dalam dunia nyata.
2. Manusia yang melakukan aktifitas mimpi ke dalam dunia nya sendiri.

Dari hasil aktifitas gua membuat hayalan adalah, gua bukan termasuk tipe yang pertama. Oke, ga sepenuhnya aktifitas mimpi ga gua lakukan ke dalam dunia nyata. Dalam beberapa kasus atau lebih tepatnya, ketika gua menginjak TK,SD sampai ketika mengenal SKS, hampir semua hal yang gua lakukan adalah aktifitas dari mimpi yang gua punya.

Cukup puas dengan kenikmatan yang dihasilkan dari aktifitas gua memiliki mimpi atau menurut gua ‘HAYALAN’.
Oke, buat kalian yang baca mungkin akan sedikit marah atau berontak. Bahwa sebenernya Mimpi dan Hayalan itu sama.

Cuma, serius sampai saat ini gua ga paham dengan konteks mimpi dan hayalan. Jadi, gua menganggap dua hal itu sama. Kecuali, memang kalian punya persepsi sendiri tentang 2 hal tadi yang menurut gua cuma ada 1 hal.

Ternyata, untuk mempermasalahkan antara Mimpi Hayalan dan Cita-cita. Bukan menjadi poin gua untuk nulis ini. Yang menjadikan gua harus menyudahi keprihatinan gua atas mimpi-mimpi/hayalan-hayalan gua sendiri adalah karena adanya ketidakseimbangan.

Gua buat contoh simpel; Kicir-kicir dan angin. Kicir-kicir tidak akan berputar jika angin itu tidak berhembus disekitarnya.
Kicir-kicir adalah mimpi kita dan angin adalah dunia nyata. Dan terkadang juga, kita butuh waktu untuk memahami dunia kita sendirii…

Next post akan gua coba jelasin maksud dari contoh gua yang ini.
*rere is out now..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s