Narsisme Penis

Di Jumat 13 ini engga semua berbau horor dan magic. Iyaa, emg ga ada horor dan magicnya juga sikh.. Tapi hari ini menjadi sebuah momen yang banget utk aku. Pertama….

Iyaa, jadi gitu ceritanya kenapa hari ini menjadi momen yg banget utk aku.

Sepertinya pengaruh G-String di telinga dan kepala ku belum juga hilang. Aku hampir merasa ini hanya mimpi. Aku tidak memiliki firasat akan ikut menjadi salah satu yg memiliki momen di Jumat 13 ini. Namun, aora di Jumat 13 ini sangat agresif menebarkan citranya. Ketika memutuskan untuk menonton The Amazing Spiderman, sendirian. Aku tidak merasa sama sekali tebar pesona kepada orang-orang di sekitar teater 21 Blok M. Ya, aku memang merasa sedikit aneh dan canggung masuk bioskop sendirian. Sementara aku menunggu di bukanya teater 1, aku memilih duduk di dekat teater 4 dan 3. Secara cepat, Arif duduk disamping ku.

“Sendiri aja”, tanya Arif. “iYa”, jawabku santai. “Emg darimana, ga kerja”, tanya Arif lagi.

“Tadi dari Salemba, hari ini tadi lgi ada urusan, jadi ijin ga masuk kerja”, jelasan ku.

“Oh, iyaa gw kerja di KAP”, jelas Arif yg seingat ku belum aku tanyakan ke dia.

Duh, aku kurang lihai dalam mengutip perkataan. Di sepanjang waktu menunggu di sofa sampai dengan selesainya pemutaran film, yang Arif bicarakan hanya dia adalah pengoleksi G-String dan dia memiliki penis yang besar karena hampir setiap malam dia mengoleskan krim agar penisnya besar.

Seharusnya aku berharap ini:  seandainya saat aku di FKUI paginya dan berpapasan dengan dokter-dokter muda di sana, lalu kami menjalin pembicaraan dan mereka akan menjelaskan soal narsisme penis terlebih dahulu lalu berkata “Jadikanlah obrolan ini pegangan mu dalam langkah selanjutnya”.  Jadi aku bisa well prepared saat bertemu Arif.

Satu hal yang membuat Jum’at 13 ini menjadi momen banget untuk aku adalah kami, aku dan Arif nonton Ice Age 4. Entah Kenapa pihak teater 21 bisa menjadi bagian yang mendukung Arif mendoktrin G-String dan Penisnya kepadaku. Karena mereka bilang The Amazing Spidermannya baru mulai tayang jam 6 sore. Jadi, ini kesempatan Arif untuk tukar tiket dgn Ice Age 4 dan melanjutkan G-String yg ada bolongannya itu dan penisnya yg besar karena krim yang katanya dia beli di Senayan itu kepada ku tanpa ampun.

Saat perjalanan pulang, Handphone ku bergetar. Aku buka kotak pesan: “I like you”

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s