Melted

Ahhh .. lagi-lagi ini keluhan ku di Commuter line..

Saat pertama kali merasakan sistem baru yang telah di terapkan oleh PT.KAI, di hari kedua sistem itu di berlakukan, ini semua di luar dugaan ku. Sebelumnya, pun sekali-kalinya aku tidak dapat kereta karena muatannya yang sudah kepenuhan, paling aku hanya menunggu jadwal selanjutnya. Tapi hari ini, di hari kedua sistem baru dari PT.KAI itu di terapkan, aku harus menunggu jadwal pemberangkatan yang selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya. Entah ada berapa kali ‘selanjutnya’ yang harus sabar aku nanti.

Dan akhirnya aku dapat saat jam di tanganku menunjukkan pukul 08.45, kurang lebihnya sih kaya gitu. Hasilnya, telat lah yang aku dapat. Tidak tanggung-tanggung, Dua puluh menit aku telat di awal bulan. Bukan apa2 juga, aku sudah memperkirakan akan ada telat-telat lainnya di dalam satu bulan itu. Tapi ini, sudah 20 menit saja aku habiskan sendiri di dalam satu hari. Humfffftt !!

Tapi, ada hal lain yang membuatku merasa sedih sekaligus -tidak-tahu-harus-bilang-apa-lagi- saat aku berada di commuter line gerbong campuran (for the first time) sejak aku rutin naik kereta skitar 4 bulan lalu.

Sebelum, sampai di stasiun Juanda, tempat biasa aku turun. Ada bangku kosong yang lumayan lah jika aku manfaatkan dulu, agar aku cukup merasa rileks sebelum aku turun. Jarak antar stasiun tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 3-4 menit setiap stasiunnya. Dan di dalam waktu 3-4 menit itu lah, sesuatu membuatku merasa sedih dan tidak-tahu-harus-bilang-apa-lagi beriak beringsang ber-apalah !

Di depan mataku, aku melihat Maho. Tunggu-tunggu, super duper maho sedang sok-sok an bikin otot menggunakan pegangan yang ada di atas. Jika aku bisa me-reka ulang, kira2 seperti ini: Kedua tangan super duper maho itu berpegangan pada pegangan di atasnya. Lalu secara perlahan dia mulai mengangkat badannya dengan bertumpu pada dua tangannya tersebut. Naik turun naik turun naik turun. Dan itu dia lakukan secara berulang dan per-la-han. Melihat kelakuan super duper maho itu aku memutuskan untuk -tidak-tahu-harus-bilang-apa-lagi-

Dan saat menyadari, ternyata di depan super duper maho itu sedang duduk lah 3 orang wanita. Satu orang Ibu2 dan dua orang wanita dewasa. Saat itu juga aku memutuskan untuk sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s