Curhat KRL PART 1

“…… kami mohon maaf untuk jadwal KRL yang banyak mengalami keterlambatan dan ketidaknyamanan Anda dalam menggunakan KRL...”

Pagi ini, duduk di stasiun UI kurang lebih satu jam-an, dan sudah mendengar kalimat di atas lebih dari 15 kali di ucapkan oleh si operator stasiun. Biasanya sih, untuk para commuterian (para pejuang yang naik dan turun kereta) pasti nya udah paham banget gimana jadinya perjalanan mereka menggunakan commuterline jikalau langit sedang bermurah hati memberikan kesejukan berupa air hujan yang jatuh ke bumi. Satu kata yang mungkin dapat menggambarkan hubungan antara commuterline dan kami di saat seperti ini adalah SEMRAUT.

Bisa di bayangkan …

commuterline

Poto ini diambil dari twitter @DollySW

Cantiknya pemandangan tersebut. Perpaduan antara warna pink, ungu dan hijau nya. Ada pula pohon kelapa yang menjulang kokoh .. oh, satu lagi, awannya juga cukup adem. Terus SEMRAUT nya manaaaaa !!

Memang nya poto di atas itu belum cukup menggambarkan ke-SEMRAUT-an yak ? Belum ? Masa sih.. Jangan bilang, kalian cuma mau liat gambar-gambar yang kaya gini ..

commuterline

via @udabhalink

commuterline

via @bcpermata

commuterline

via @dwgwisnu

commuterline

via @ozzan

Tentu saja bukan penampakan-penampakan seperti itu kan yang kalian kira dari ke-SEMRAUTAN-an antara KRL dengan kita, para commuterian ? Heeyyy, penampakan-penampakan seperti itu mah kan sudah biasa bagi kita, bukan.. Take it iziiiy, darling :”)

***

Iya. Begitulah. Entah kenapa para commuterian ini, yang saat ini secara sepihak, aku memutuskan mewakili mereka di sini, memiliki perasaan yang tidak lagi heran terhadap keadaan seperti gambar-gambar di atas. Kita sudah ‘dibiasakan’ untuk (harus) memaklumi layanan dari transportasi publik yang kita gunakan sehari-harinya. Oke, memang tidak setiap hari sih, gambar-gambar di atas menjadi cerita keluh kisah ketika kita sampai di kantor, namun ada satu hal yang sebenarnya menjadi pertanyaan dalam diri ku, yaitu : apakah benar cuma aku saja yang terkadang justru malah rindu akan suasana dan penampakan seperti ini ?

Ketika merasakan sendiri berada dalam kondisi seperti itu, aku melihat begitu banyaknya ekspresi dari wajah orang-orang, melihat bagaimana mereka sibuk mengabarkan kalau mereka telat sampai kantor, melihat mereka yang melangkahkan kaki nya keluar stasiun alias pulang lagi, mendengar beberapa percakapan di sekeliling, ataupun cuma sekedar saling menyumbingkan senyum karena tidak sengaja berpapasan mata. Dan masing-masing kami sudah cukup paham arti dari senyuman itu.  Namun, kami hanya bisa tetap berdiri ataupun duduk menunggu. Bahkan saat kami melihat jam di tangan, lalu merasa kalau jarum jam tersebut berputarnya terlalu cepat. Karena selama beberapa puluh menit, kami masih di posisi yang sama, menanti commuterline datang dan segera membawa kami ke tujuan. Iya, hubungan kami dan commuterline memang menjadi semraut di saat musim hujan seperti ini. Namun, kami tau bahwa kami pun tidak bisa saling membenci.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s